Mengenai Saya

Foto saya
EAGLE SMART adalah wadah untuk Para Mitra K-LINK Indonesia yang berada di Grup Jaringan CA. Agus Harjanto. Blog ini sebagai salah satu sarana untuk menambah pengetahuan dan mengembangkan kemampuan diri agar termotivasi untuk mencapai Peringkat bergengsi di K-link, minimal Crown Ambbasador, ELC. Jika Anda berminat begabung bersama kami silahkan tinggalkan pesan, No HP, Alamat Anda. Nanti Mitra kami yang dekat dengan wilayah Anda, akan segera menghubungi Anda. Terima Kasih, sudah berkunjung ke Blog kami.
Tampilkan postingan dengan label Funda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Funda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Januari 06, 2018

SUDAH SIAPKAH KITA, ANDA & SAYA MENGHADAPI PERUBAHAN?


Dahulu orang mengenal Pasar Tradisional dan warung sebagai tempat berbelanja, lalu seiring perubahan zaman tergeser dengan adanya Pasar Modern seperti Mall, Hipermarket, Supermarket dan Minimarket yang sudah merambah ke Pemukiman Warga / Pedesaan yang membuat resah para pemilik warung kecil.
Kini di kota besar seperti Jakarta, Mall-Mall besar sebagian sudah tutup, ini terjadi karena konsumen saat ini lebih senang membeli produk secara online.  
Belum lama ini Petugas Gerbang Tol sudah mulai diganti dengan mesin sistem transaksi elektronik.

PERUBAHAN adalah suatu keniscayaan. Terlebih di zaman milenial seperti sekarang. Seiring tuntutan perubahan, para pengamat memprediksi bakal ada posisi-posisi pekerjaan yang bakal hilang karena tergerus perubahan itu sendiri seiring kemajuan Teknologi yang akan digantikan oleh Robot.

Apa saja posisi pekerjaan yang akan hilang?

1.    Tukang Pos
Generasi muda tahun 80’an, pasti masih ingat penggalan lirik ini...
Hari ini kugembira
Melangkah di udara
Pak pos membawa berita
Dari yang kudamba

Benar, penggalan lirik lagu berjudul “SURAT CINTA” yang dinyanyikan oleh Vina Panduwinata.
Rasanya senang ya kalau ada Pak Pos datang? Apalagi yang ditunggu Surat Cinta. Hehehe.... Ada yang senyum-senyum sendiri, Anda Kids jaman Old ya?
Saat ini hampir jarang terlihat Tukang Pos keliling dilingkungan RT kita, karena sekarang Surat Cinta bisa dikirim langsung via Whats App atau email.

2.    Loan Officer
Anda pernah ditawarkan oleh petugas dari beberapa Bank yang membuka Stand di Mall-Mall untuk membuat Kartu Kredit atau Pinjaman Berjangka?. Atau mungkin anda pernah mengajukan pinjaman KPR, KTA, yang mengharuskan anda pergi ke cabang secara langsung dan bertemu dengan loan officer untuk mengisi/melengkapi dokumen yang cukup banyak.
Seiring dengan kemajuan teknologi, Pengajuan tersebut sekarang bisa anda lakukan secara online. Di Facebook banyak iklan yang menawarkan hal tersebut, sehingga petugas pinjaman bank akan terdelete.

3.    Professor/Lecturer
Kampus atau tempat belajar mengajar di masa mendatang tidak akan memiliki dosen untuk mengajar. Mahasiswa menimba ilmu agar mendapat pekerjaan, tapi pekerjaan profesional yang saat ini dipelajari oleh mahasiswa akan dikerjakan oleh mesin dan teknologi. Jadi, untuk apa lagi mahasiswa datang ke kampus dan bertatap muka dengan dosen

4.    Cashier
Dalam sepuluh tahun ke depan, robot dan teknologi diprediksi akan menggantikan 6-7,5 juta pekerja ritel. Hal ini terungkap dalam studi yang dilakukan oleh layanan finansial Cornerstone Capital Group.
Angka ini mengancam setidaknya 38% dari pekerja bidang ritel yang ada saat ini yaitu sebanyak 16 juta orang. Akibat otomasi ini, porsi pekerjaan yang hilang di sektor ritel bisa lebih besar dari manufaktur. Proses otomasi yang terjadi di sektor ritel ini akan lebih banyak memengaruhi proses pembayaran otomatis sebagai pengganti kasir.
Yaa.... ngga ketemu si Mba Cantik yang (terkadang harus terpaksa) tersenyum.

5.    Travel Agent
Saat ini untuk berpergian ke dalam atau luar negeri bisa dengan mudah dilakukan, bahkan untuk mencari paket wisata semua bisa menggunakan ponsel. Hal itu yang menjadi ancaman bagi travel agen analog, bila tidak cepat beralih ke ranah digital.

6.    Bank Teller
Kantor cabang yang dikelola oleh teller akan tergilas dengan kehadiran teknologi teller. Peran teller telah mengalami penurunan tajam dalam 15 tahun terakhir dan 10 tahun ke depan akan menghilangkan sebagian besar pekerjaan dalam bentuk ATM yang lebih maju.

7.   Insurance Salesperson
Kabar buruk bagi agen asuransi karena banyak dari mereka akan gulung tikar dalam lima sampai 10 tahun ke depan.

8.    Telemarketing
Karir lain yang bermasalah adalah telemarketing. Para telemarketer sedang dalam perjalanan kalah karena kehadiran teknologi. Kabar buruknya adalah keberadaan mereka tidak akan lama lagi karena pemasaran jarak jauh sedang in. Tidak ada prediksi mengenai kapan dan bagaimana penggantian telemarketing menjadi kombinasi teknologi dan robot.
Selain itu, pekerjaan ini cenderung menurun hari demi hari karena orang sudah mulai merasa terganggu dengan adanya telepon dari telemarketing, kasus penipuan oleh telemarketing, hingga pencurian database.

9.    Librarian
Harga e-book yang cenderung jauh lebih murah dibandingkan buku secara fisik merupakan ancaman bagi pekerja ini. Selain itu, kemudahan bagi pembaca adalah tidak perlu pergi ke perpustakaan atau toko buku seperti Gramedia, Gunung Agung  karena cukup membuka e-book dari smartphone.

10. Fast Food Worker
Ke depan pelanggan akan memesan melalui aplikasi dan di kios yang dilengkapi dengan layar sentuh di dalam restoran. Pekerja yang dijuluki juara perhotelan akan memandu pengunjung saat mereka memesan makanan di kios. Pengunjung juga dapat membayar di smartphone dan tablet menggunakan aplikasi restoran.
Pertanyaan saya adalah,.... Apakah Anda saat ini berada diantara 10 jenis pekerjaan tersebut?
Jika Iya, segeralah Persiapkan diri kita dari sekarang untuk mengalami sebuah Perubahan Besar ini.


(Agoes)



Rabu, Desember 27, 2017

MEMULAI DARI GARIS YANG SAMA NAMUN DILAKUKAN DENGAN CARA BERBEDA MAKA..., HASILNYAPUN BERBEDA


Kenapa banyak orang Gagal (katanya)di bisnis MLM?


Percaya atau tidak, walau sama-sama bergabung di Industri MLM (K-LINK) ternyata setiap orang boleh menentukan caranya sendiri untuk memulai dari hal yang diinginkannya, sehingga hasil akhirnyapun jelas berbeda.
Sumber Gambar: http://www.ucl.ac.uk/start/images/logos/logo.png
https://theplanetblog.com/wp-content/uploads/2016/11/start.jpg

Pada dasarnya untuk bermitra dengan K-LINK hanya diperlukan Modal Awal yang sangat kecil (untuk ukuran bisnis) dan waktu yang fleksibel maka setiap Mitra K-LINK berhak menentukan sendiri cara dan waktu yang diinginkannya.
Ketika bergabung ada yang langsung bergerak  dan fokus pada Impiannya. Ada yang hanya menjalankan disisa-sisa kesibukannya sebagai Pekerja/Karyawan, seperti setelah selesai bekerja atau ketika waktu libur tiba. Namun ada juga yang hanya sebagai pemakai produk dengan niat mendapat harga murah, syukur-syukur dapat bonus dan berharap  jaringannya menjadi besar.

Dari tiga cara yang dilakukan seperti diatas, saya menganalogikan seperti ini:
1.      PELARI. Adalah mereka yang benar-benar memiliki Impian yang kuat untuk Sukses, sehingga dari awal bergabung langsung bergerak sampai garis finish.
2.      JALAN. Mereka yang menginginkan K-LINK sebagai Bisnis yang dapat dijadikan Penghasilan tambahan, sehingga menjalankan paruh waktu / di sisa waktu yang ada.
3.      MERAYAP. Bergabung hanya ikut-ikutan, mendapat harga lebih murah dan berharap mendapat Bonus besar tanpa susah payah bekerja.

Dari tiga hal itulah yang menjadikan orang tersebut berhasil, lambat atau bahkan seperti yang sering anda dengar.
Pilihan kembali pada Anda!!!

Go Get Your Dreams
Jatimekar, 27/12/2017



Senin, Desember 04, 2017

BENARKAH GENERASI MILENIAL AKAN MENJADI GELANDANGAN pada TAHUN 2020?

KENAPA 95% GENERASI MILENIAL akan memjadi HOMELESS MILLENIALS pada TAHUN 2020?

Homeless Millenials, sebuah julukan muram yang kelak mungkin ditabalkan pada anak-anak muda yang lahir antara 1982 – 1995.
Homeless millenials artinya adalah barisan anak muda (yang lahir antara 1982 – 1995) yang tak sanggup membeli rumah sendiri, mungkin karena :
- Naik Gaji kecil dan lambat.
- Harga rumah makin melangit.

Impian memiliki rumah berubah menjadi fatamorgana bagi GenerasiMilenialZamanNOW.

Survei yang dilakukan situs jual beli Rumah123 menyebut, 3 tahun dari sekarang hanya 5% generasi milenial yang akan sanggup membeli rumah sendiri. Sisanya 95% akan tinggal rumah sewa, numpang atau kost-kost an.
Dalam Global Property Industry, dikenal adanya istilah House Price to Annual Income Ratio (Rasio Harga Rumah dibanding Penghasilan Tahunan Anda).
Menurut Global Property Standard, rasio yang ideal adalah maksimal 3 X.
Contoh :
Penghasilan tahunan Anda (gaji selama 12 bulan + THR + bonus jika ada) adalah Rp 200 juta. Maka maksimal harga rumah yang boleh dibeli adalah Rp 600 juta.
Kita lihat di tanah air sekarang. Harga rumah ukuran 70M2 di Sumarecon Bekasi sudah tembus Rp 1,1 milyar. Atau Kita ambil harga rumah yang lebih murah, misalnya kota Medan. Rumah 2 Lt dengan ukuran yang sama sekitar Rp 600 jutaan.
Artinya untuk meraih Rasio Ideal 3X Annual Income, untuk beli rumah dengan harga Rp 600 juta, minimal penghasilan tahunan adalah Rp 200 juta (atau sekitar Rp 16 juta per bulan).
Pertanyaannya :
Seberapa banyak Generasi Milenial Indonesia yang bergaji diatas Rp 200 juta per tahun?
Menurut survei Rumah123 : hanya 4% saja. Wow... kecil sekali angkanya.

Jadi mayoritas Generasi Milenial di Jakarta (dan mungkin kota besar lainnya) sebenarnya tidak memiliki gaji yang mewah atau pas-pasan, kontras dengan gaya hidup (life style), smartphone canggih, cafe dan traveling kemana-mana untuk punya foto Instagram yang cantik. Alamakkkk.

Oke, misalnya generasi Milenial yang tadinya fokus ke life style sekarang sadar dan mulai merencana ingin beli rumah dengan harga Rp 600 jutaan.
Maka hitungannya :
DP 15% = Rp 90 juta.
Pinjaman Rp 510 juta diangsur selama 15 thn.
Cicilan = Rp 6 jutaan per bulan. Besar juga.
Sesuai prinsip Ilmu Personal Finance, cicilan hutang hanya boleh maksimal 30% dari total penghasilan.
Jika cicilan Rp 6 juta/bulan, maka gaji bulanan harus diatas Rp 18 juta.
(Belum lagi kebutuhan beli mobil)
Pertanyaannya : berapa persen generasi milenial di Indonesia yang gajinya sudah diatas Rp 18 juta per bulan? Sedikit.

Itulah dasar kajian kenapa mayoritas Generasi Milenial Indonesia akan menjadi Homeless Millenials yang tak punya rumah sendiri.

Bagaimana keluar dari jebakan Homeless Millenials?
Ada 2 SOLUSI
1 : RICH PARENT SUPPORT
Beruntunglah Generasi Milenial yang memiliki orang tua yang relatif kaya.
Jika orang tua Generasi Milenial lumayan tajir, maka mereka bisa saja membelikan rumah kepada anak-anaknya.
Prinsip orang kaya Zaman Lama : punya rumah atau tanah minimal sama jumlahnya dengan jumlah anak.
Saya suka dengan prinsip itu, dan terus terang ingin menirunya. Jadi kalau kita sudah berkeluarga dan punya anak 3, maka minimal kita harus punya 3 rumah (diluar rumah utama yang kita tempati). Mantap.
Jika Cukup banyak orang tua JamanNow yang bisa melakukan hal diatas, maka berkuranglah HomelessGeneration ZamanNow
Yang tragis : ayahnya makmur dan sanggup membelikan rumah. Namun Life Style Generasi Milenial membutuhkan biaya tinggi tidak dibarengi penghasilan yang memadai. Alhasil rumah warisan akhirnya terjual untuk mengatasi biaya hidup. Suram deh.
Memberi rumah ke anak, harus diimbangi dengan didikan yg membuat anak-anaknya punya tekad berjuang lebih keras dari orangtuanya.
2 : MULTIPLY YOUR INCOME
Solusi kedua adalah Menaikkan income bukan hanya 10% tapi minimal 50% per tahun. (Sebab kenaikan harga rumah sekitar 15 s/d 20% per tahun).
Konsep menghemat sudah lama terbukti tidak banyak membantu.
(Sejumlah Financial Planner hanya memberikan advice menekan pengeluaran dan Menabung?).
Pertanyaannya, berapa banyak yang bisa dihemat per bulan? 1 jutaan.
Apa saja yang dikorbankan dalam penghematan 1 – 2 juta per bulan?

Pilihan mana yang lebih baik menurut anda?
1. Will Power terserap habis untuk mikir cara berhemat 1 - 2 juta per bulan.
2. Menggunakan energi Will Power untuk menaikan income.
Setuju...Pilihan Nomor 2.
Jangan pernah hanya mengandalkan income dari SATU sumber saja.
Akhir kata, homeless millenials adalah sebuah fenomena kelam yang bakal mengancam dunia.
Saya yakin anda pasti berhasil mematahkan Fenomena HomelessMillenials.
Make your decision and Massive Actions to MULTIPLY YOUR INCOME.
Sebab hanya dengan ini, Anda akan bisa beli rumah seharga Rp 3 milyar pada tahun 2020 nanti.

(Dari berbagai sumber)

Baca Juga:
#Masadepangemilang
#EagleSmart

Rabu, Mei 04, 2016

MEREKA YANG TERSELEKSI ALAM

Oleh:  RCA. Rivai Djatmika

  
Untuk semua Sahabat "K-LINK"
dimanapun berada...


Lebih dari 12 tahun ini saya berada di Bisnis K-LINK, Bisnis yang tidak sekedar memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk hidup lebih sehat, mendapatkan kebebasan waktu dan finansial, tetapi juga mengajarkan bagaimamana menjadi PENGUSAHA dengan pribadi yang LEBIH BAIK.
Pada faktanya tidak setiap orang mampu menghadapi PROSES untuk mendapatkan itu.
Bisnis ini mengajarkan bagaimana kita selalu mengedepankan hubungan SILATURAHMI atau nilai-nilai PERTEMANAN daripada sekedar mendapatkan UANG.
Tetapi satu sisi saya sering merasa kehilangan banyak TEMAN di Bisnis ini. Dan sedih rasanya jika mengingat sejak tahun 2003 sampai hari ini betapa banyak diantara mereka yang pernah berjuang bersama tetapi BERHENTI di tengah jalan dan tidak pernah lagi merasakan BUAH MANIS dari perjuangan ini.
Kita tidak pernah memutus tali Silaturahmi dengan mereka, tetapi tiba-tiba mereka menghilang dan melupakan kita.

Setiap orang yang berpredikat sebagai MEMBER K-Link terbagi dalam 2 kategori.
Sebagian orang memutuskan hanya sekedar memakai produknya saja agar membeli produk dengan harga lebih murah yang kita sebut sebagai kategori B (Pemakai), sebagian lagi karena mereka memiliki MOTIVASI untuk SUKSES dan ingin merubah kehidupannya menjadi lebih baik, yang kita sebut sebagai kategori A (Aktif).
Tetapi ada juga sebagian kecil orang yang dari awal bergabung di Bisnis ini hanya karena IKUT-IKUTAN saja dan tidak memiliki TUJUAN yang jelas.
 Yang menarik dibahas adalah ; Bagaimana dengan mereka yang termasuk dalam kategori A dan pernah AKTIF , tiba-tiba BERHENTI di Bisnis ini...?
Dari pengamatan saya, selama ini ada SERIBU ALASAN yang membuat seseorang berhenti dalam proses menuju KESUKSESAN.
Jika kita ingat sepotong kata-kata bijak di buku;
"Seorang PECUNDANG selalu memiliki ALASAN dari setiap permasalahan, tetapi seorang PEMENANG selalu mendapatkan JAWABAN dari setiap persoalan".

Mungkin kita pernah mendengar dari teman-teman kita yang BERHENTI di Bisnis ini, beberapa ALASAN mereka diantaranya seperti ini ;
  • "Bisnis ini ternyata susah..."
  • "Saya sudah kerja keras melakukan semua, tapi belum ada hasilnya..."
  • "Up-line saya berhenti, jadi saya juga ikut berhenti..."
  • "Down-line saya banyak yang berhenti, jadi saya pikir Bisnis ini tidak mungkin bisa jalan lagi..."
  • "Saya sudah lama di Bisnis ini, tapi bonus tidak naik-naik juga..."
  • "Sepertinya ada yang salah di Bisnis ini, Marketing Plan-nya terlalu rumit, harus tutup point setiap bulan, tidak seperti MLM yang lain..."
  • "Bisnis ini sepertinya sudah jenuh, semua orang sudah tahu, jadi susah kalau ngajak orang. Lebih baik cari MLM yang masih BARU saja biar jadi orang yang pertama Sukses..."
  • "Bisnis ini tidak ada uangnya, coba lihat Statement bonus saya, peringkat sudah tinggi tetapi bonus kecil... , lebih baik ikut saya saja di MLM yang baru ini, lebih bagus dan lebih GAMPANG lho... produknya cuma 2, enggak perlu banyak-banyak, Marketing Plan-nya juga gampang, cukup KANAN - KIRI. Dan kamu memiliki kesempatan Sukses lebih besar karena belum banyak orang yang ikut Bisnis ini...."
  • Dan sebagainya.....
  1. Masih berstatus sebagai MEMBER K-LINK tetapi menjalankan Bisnis MLM lain ataupun MONEY GAME.
x

Jika kita ingat pada pelajaran lama di Bisnis ini ;
"Ada 2 Faktor yang menyebabkan seseorang GAGAL di Bisnis MLM, yaitu : SALAH MEMILIH PERUSAHAAN atau TIDAK MEMILIKI KOMITMEN"
Ada beberapa fakta-fakta menarik dari ribuan orang yang pernah saya kenal, dulu mereka pernah AKTIF menjalankan SYSTEM tetapi kemudian BERHENTI di Bisnis ini ;
  1. Jika mereka dulu berlatar belakang seorang KARYAWAN, sekarang mereka tidak mau lagi menjadi KARYAWAN, pola pikirnya sudah berubah dari kuadran KIRI ke kuadran KANAN. Saat ini mereka memilih memiliki usaha sendiri meskipun bukan bidang MLM. Banyak yang pada akhirnya berhasil di bidangnya tersebut. 
    Artinya tidak sia-sia mereka pernah belajar di Bisnis K-Link, ada sesuatu POSITIF yang di dapat dari Bisnis ini.
  2. Mencoba membuat Perusahaan MLM sendiri dan ternyata berjalan hanya seusia jagung.
    Mendirikan Perusahaan MLM tidak cukup hanya memiliki MODAL FINANSIAL dan SKILL , tetapi diperlukan PENGALAMAN yang matang dan KEPEMIMPINAN yang baik.
  3. Berpindah-pindah dari MLM ke MLM lain mencari yang terbaik.
    Awalnya mereka berpikir bahwa Bisnis K-Link itu sulit, tetapi akhirnya setelah mereka merasakan menjalankan MLM lain ternyata LEBIH SULIT.
    Banyak juga yang pada akhirnya kembali lagi ke Bisnis K-Link.
  4. Terjebak oleh MONEY GAME yang berkedok MLM atau INVESTASI.
    Mereka hanya berpikir ingin mendapatkan UANG CEPAT.
    Maunya UNTUNG, tapi pada akhirnya malah BUNTUNG, menjadi korban dari Bisnis yang menyesatkan banyak orang tersebut.
  5. Sudah mencapai PERINGKAT dan BONUS yang cukup baik di Bisnis ini, tetapi melakukan sebuah KESALAHAN yang merugikan Down-line, Up-line dan juga Perusahaan.
    Akhirnya mereka tidak lagi mendapatkan tempat di Bisnis ini dan terpaksa harus di TERMINASI.
    Akhirnya mereka berpindah ke MLM lain, dan ternyata di MLM lainpun bermasalah dengan melakukan hal yang sama, berulang-ulang , berpetualang dari MLM satu ke MLM lain, didepak dari MLM satu ke MLM lain, lari dari MLM satu ke MLM lain, dst....
    Ini berarti masalah "KARAKTER".
Orang-orang seperti ini tidak mengenal ETIKA dalam berbisnis dan rela mempertaruhkan NAMA BAIK untuk sebuah tujuan. Tanpa merasa malu mereka menjelek-jelekan Bisnis K-Link kepada sesama Member K-Link bahkan Down-linenya sendiri, mereka menunjuk-nunjukan STATEMENT BONUS-nya yang dikatakan tidak sesuai dengan peringkatnya maupun kerjakerasnya selama ini. Dengan cara ini mereka jadikan senjata untuk bisa MEMPENGARUHI orang lain agar bergabung di Bisnis MLM barunya.
Dengan cara seperti itu sebenarnya secara tidak langsung mereka sedang menunjukan KELEMAHAN DIRINYA.
Logikanya ; Banyak orang yang SUKSES di bisnis K-link dengan Bonus yang BESAR tetapi mereka TIDAK, berarti ADA SEUATU YANG SALAH di dalam diri mereka.
Ada yang perlu dipertanyakan dari LEADERSHIP-nya ;
Sudahkah mereka selama ini menjalankan SYSTEM dengan baik dan benar...?
Bagaimana dengan KARAKTER, TABIAT, SIKAP dan KEPRIBADIAN-nya...?
Jika kita sudah tahu jawabannya, apakah layak orang yang menganggap dirinya sebagai LEADER (Pemimpin) ini untuk diikuti...?
Bagaimana cara menghadapi tipe orang yang ke-6 ini saat mereka sedang melakukan aksinya mempengaruhi Member K-Link untuk bergabung dengan mereka...?

Biasanya mereka melakukan CROSSLINING atau PROVOKASI dengan melontarkan pernyataan sbb ;
 "Kamu sudah peringkat apa, sudah berapa lama jalankan Bisnis K-Link, berapa bonusnya?
Saya saja yang peringkatnya lebih tinggi dari kamu bonusnya cuma segini, ngapain Bisnis K-link diterus-terusin, ternyata tidak ada bonusnya, mendingan ikut saya saja di MLM yang baru ini, lebih mudah dan bonusnya lebih besar..."
Cara memberikan jawaban yang tepat dan bijak adalah seperti ini ;
"Jika saya harus mengikuti Anda, apa jaminannya?
Tadi Anda mengatakan bahwa Anda sudah lama di Bisnis ini dan peringkat juga sudah tinggi, tetapi kok bonus Anda belum besar, dan maaf, Anda mungkin juga belum Leaders Club yang sesuai dengan peringkat Anda, sementara banyak orang membuktikan SUKSES di K-Link dengan bonus yang BESAR seperti Up-line Up-line saya, dan tentunya saya juga sedang mengikuti mereka yang telah membuktikan SUKSES.
Jadi maaf, saya belum punya alasan yang kuat untuk bisa mengikuti jejak Anda..."
Pada hakekatnya, tidak semua orang akan SUKSES di Bisnis K-LINK, meskipun semua orang sebenarnya memiliki KESEMPATAN yang sama untuk SUKSES, itu hanya masalah PILIHAN.

Memilih untuk SUKSES berarti berani menghadapi segala KONSEKUENSINYA, yaitu menjalani PROSES dengan benar.
Kalaupun ada teman kita memilih untuk BERHENTI dan berpindah ke kendaraan lain, kita hanya berkewajiban MENGINGATKAN saja, selebihnya hak mereka untuk memutuskan. Apapun keputusannya itu adalah INDEPENDENSI, kita harus menghormatinya.
Jika mereka sedang mempengaruhi kita dan teman-teman kita yang lain, kita harus menghargainya dengan sikap PISITIF dan PROFESIONAL, hindari perdebatan. Apapun itu, mereka sebenarnya juga sedang BERUSAHA.
Satu fakta kebenaran bahwa;
"Orang SUKSES akan mempengaruhi lingkungannya untuk SUKSES, tetepi Orang GAGAL akan mencari teman untuk GAGAL"

Jika ada teman kita yang pada akhirnya masuk dalam kelompok mereka maka kita harus IKHLAS, sebenarnya itu adalah hal POSITIF karena ini bagian dari SELEKSI ALAM.
Saya juga bersyukur, beberapa teman-teman yang berpindah ke kendaraan lain ternyata itu yang pada akhirnya MERINGANKAN perjalanan Bisnis saya, tidak bisa dibayangkan jika mereka saat ini masih berada di dalam Organisasi Bisnis saya, itu yang selalu MEMBERATKAN karena merekalah yang menjadi SUMBER PERMASALAHAN di Group.
Jadi saya tetap BERSYUKUR, tetapi sebagai Pemimpin saya juga tetap harus INTROSPEKSI DIRI.
Hanya terkadang sebagai orang yang pernah berteman dengan mereka saya merasa MIRIS melihat nasib mereka yang tidak lebih baik, saya BELUM PERNAH melihat satupun diantara mereka yang SUKSES di Perusahaan MLM lain, yang terdengar kabarnya mereka hanya sibuk BERPINDAH-PINDAH saja dari satu MLM ke MLM lain.
Semoga TUHAN selalu melindungi dan memberikan petunjuk akan kebaikan terhadap mereka, Amin...

Saat Perusahaan MLM lain sedang mencari JATI DIRI, di tahun ke 15 ini K-LINK INTERNATIONAL sedang MEMANTAPKAN DIRI dengan berbagai Program yang dicanangkan dan MELEBARKAN SAYAPNYA di berbagai Negara. Di setiap Penjuru Dunia, K-Link terus melahirkan ribuan Orang yang BERUBAH KEHIDUPANNYA menjadi LEBIH BAIK lagi.

Memilih untuk SUKSES berarti kita siap untuk BERUBAH agar kita bisa menghadapi PERUBAHAN ZAMAN.
Jika kita tidak mau merubah SIKAP dan MENTAL kita menjadi lebih baik lagi, maka kita akan TERGILAS oleh roda PERUBAHAN.

Jika dulu sering dipertanyakan apakah K-LINK cukup baik...? Saatnya sekarang ditanyakan ; Apakah Anda cukup baik untuk menjalankan Bisnis K-LINK...?
Bersiaplah untuk selalu meningkatkan KAPASITAS DIRI agar bisa menjadi YANG TERBAIK.
Salam Sukses.
Mereka yang Terseleksi Alam
460e5

Jumat, April 01, 2016

MEMVISUALISASIKAN MASA DEPAN

Jangan memandang sesuatu sebagaimana adanya, tetapi pandanglah kemungkinan-kemungkinannya. Visualisasi menambah nilai pada segala sesuatu. Pemikir besar selalu memvisualisasikan apa yang dapat dilakukan pada masa datang. Ia tidak puas dengan masa sekarang.

Beginilah seharusnya kita melihat K-Link ini.
Jangan hanya melihat adanya penolakan, banyak mitra yang tidak jalan, bonus yang belum besar sehingga semangat menurun.
Coba rasakan seolah-olah Anda sudah di puncak karier, merasakan nikmatnya kemerdekaan, tidak terbelenggu oleh rutinitas, memiliki banyak waktu, memiliki cadangan keuangan yang pasti, terbebas dari penindasan orang lain, menikmati perjalanan ke seluruh tempat yang kita mau, bisa menyekolahkan anak-anak dengan mantab....dll.
Jika itu yang kita bayangkan maka semangat akan terus membara dan akan membuat lingkungan kita juga ikut semangat.

Jangan hanya berfikir hari ini tapi lihatlah kemungkinan-kemungkinan kedepan yang bisa kita dapatkan, maka disana akan kita temukan pengobat lelah dan letih itu.
Berfikirlah besar maka dunia ini menjadi nikmat dan kita bisa bersyukur.
Hanya orang berfikir besar bisa berterimakasih dan hanya orang berfikir besar bisa bersyukur.
Go to LC

#K-Link Solusi Anda#
(By. PututHeriyanto)

https://www.facebook.com/putut.heriyanto